Setiap hari Jumat ada budaya positif yang dikembangkan di SDN Kedaung Kaliangke 14 yaitu kegiatan keagamaan dan kegiatan sarapan bersama. Kegiatan keagamaan diisi dengan kegiatan sholat Dhuha, membaca surat-surat pendek Al Qur'an, dan ceramah agama dilanjutkan dengan sarapan bersama. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan guru dan dilaksanakan di lapangan.
Kegiatan sarapan bersama dilatarbelakangi oleh kondisi kebanyakan siswa yang jarang sarapan di pagi hari sehingga ketika mengikuti pelajaran tidak fokus bahkan tidak jarang ada yang mengeluh sakit perut dan pusing. Sehingga pihak sekolah menggagas kegiatan sarapan bersama agar setiap siswa terbiasa untuk sarapan dengan menu makanan sehat yang sudah disiapkan oleh orang tuanya di rumah.
Kerjasama orang tua sangat diharapkan dalam melaksanakan program ini, dengan memberikan bekal makanan sehat yang dimasak sendiri oleh orang tuanya di rumah diharapkan ada sambungan kasih sayang antara anak dan orang tua. Anak menjadi senang karena perhatian orang tua disiapkan makanan kesukaannya.
Makanan yang bergizi merupakan dasar bagi pembentukan otak anak yang sedang berkembang pesat. Nutrisi, vitamin, mineral , dan porsi makanan yang tepat menjadi asupan yang menjadi energi. Tubuh dengan energi yang cukup dapat bergerak dengan aktif. Semakin aktif tubuh bergerak maka otak akan semakin berkembang. Otak yang berkembang disambung dengan stimulus yang tepat akan membentuk anak yang cerdas.
Kementerian pendidikan belakangan ini mencanangkan 7 kebiasaan anak hebat Indonesia diantaranya adalah kebiasaan sarapan dengan makan sehat dan dibarengi dengan program MBG (makan bergizi gratis). Alhamdulillah sebelum SDN Kedaung Kaliangke 14 menjadi sekolah sasaran MBG sudah menginiasi secara mandiri program makan sehat ini.
Kerjasama orang tua sangat diharapkan dengan memperhatikan menu makanan yang sehat dan alami, dengan bahan-bahan sayuran dan makanan alami bukan makanan olahan. Sebaiknya dihindari memberikan menu makanan olahan seperti sosis, NuGet, dan sejenisnya karena kurang bila dikonsumsi terus menerus walaupun memang makanan seperti ini sangat mudah didapatkan dan dimasak.
Dengan pembiasaan sarapan dengan menu makanan sehat lama kelamaan anak akan terbiasa dan menyukai makanan sehat. Melalui pengamatan setiap pekannya semakin bertambah siswa yang membawa sarapan menggunakan tempat makan dan membawa minum menggunakan Tumbler. Namun yang masih menjadi catatan adalah menu sarapannya yang masih harus lebih diperhatikan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Dalam program sarapan ini, kedekatan dan kelekatan siswa dan guru juga mulai terbentuk. Ketika siswa sarapan bersama guru pun ikut duduk melingkar membangun komunikasi dengan siswa dengan menanyakan menu makanan dan komunikasi semakin hangat dan lekat. Melalui cara seperti ini diharapkan siswa dan guru dapat semakin dekat dan saling memahami sehingga dalam kegiatan pembelajaran siswa menjadi lebih nyaman dan guru dapat lebih memahami kebutuhan siswa.
Semoga kedepan program ini terus dapat berjalan, dan catatan yang ada dapat terus dievaluasi demi terciptanya generasi emas.
Oleh: Eka Ratnawati, S.Pd.
0 Komentar